Perawatan gigi selama ini sering diasosiasikan dengan tindakan reaktif: datang ketika sudah sakit, ditambal, atau dicabut. Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mengusung paradigma baru: beralih dari “tambal” ke “cegah”. Transformasi ini menekankan pencegahan sebagai inti layanan kesehatan gigi, sekaligus memanfaatkan teknologi digital berbasis cloud untuk menjangkau masyarakat lebih luas dan lebih efektif.
Pendekatan preventif berarti dokter gigi tidak hanya fokus pada penanganan masalah, tetapi juga membimbing masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi sejak dini. Program edukasi, skrining rutin, dan pemantauan kebiasaan makan dan menyikat gigi menjadi bagian dari strategi ini. Dengan cara ini, PDGI memperkuat pendidikan kesehatan gigi preventif yang membantu mengurangi risiko kerusakan gigi sebelum menjadi masalah serius.
Integrasi cloud menjadi kunci keberhasilan paradigma baru ini. Data pasien, riwayat perawatan, dan catatan perilaku kesehatan dapat tersimpan dengan aman dan dianalisis untuk memberikan rekomendasi yang lebih personal. Dokter gigi di berbagai wilayah dapat memantau perkembangan pasien secara real time, bahkan tanpa harus bertemu langsung. Hal ini memperkuat transformasi digital layanan kesehatan gigi yang memadukan efisiensi, akurasi, dan aksesibilitas.
Selain itu, cloud memungkinkan kolaborasi lintas sektor. Sekolah, komunitas, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan dapat mengakses materi edukasi yang sama dan berbagi praktik terbaik. Anak-anak hingga orang dewasa belajar bahwa merawat gigi adalah tanggung jawab sehari-hari, bukan hanya tindakan ketika sakit. Inisiatif ini memperkuat peran PDGI dalam mendorong kesehatan gigi masyarakat secara holistik dan berkelanjutan.
Paradigma “dari tambal ke cegah” menunjukkan bahwa inovasi dalam kesehatan gigi tidak hanya soal teknologi atau klinik, tetapi juga perubahan perilaku. Dengan dukungan edukasi, kolaborasi, dan sistem digital berbasis cloud, PDGI membangun fondasi layanan gigi yang lebih preventif, inklusif, dan berbasis data. Langkah ini memastikan senyum masyarakat Indonesia tetap sehat, kuat, dan tahan lama, jauh sebelum masalah muncul.