Di Indonesia, kedokteran gigi tidak hanya diwarnai oleh ilmu medis modern, tetapi juga oleh kearifan lokal yang telah berkembang selama berabad-abad. Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menyadari pentingnya menjembatani dua dunia ini—ilmu medis yang berbasis riset dan praktik klinis, serta kearifan lokal yang terakumulasi dalam budaya masyarakat. Untuk itu, PDGI melakukan langkah strategis dengan memanfaatkan teknologi cloud untuk menyatukan keduanya dalam satu platform yang terintegrasi.
Ilmu kedokteran gigi yang terus berkembang memerlukan dukungan teknologi yang canggih, sementara kearifan lokal memberikan panduan berharga dalam memahami konteks sosial dan budaya pasien. PDGI, melalui platform cloud berbasis pengetahuan, berusaha menyatukan kedua hal tersebut agar dokter gigi Indonesia dapat memberikan perawatan yang lebih holistik, memperhatikan aspek medis sekaligus menghormati nilai-nilai lokal. Dengan sistem berbasis cloud, anggota PDGI dapat mengakses berbagai sumber daya, mulai dari penelitian medis terbaru hingga panduan tentang praktik tradisional yang relevan dengan dunia kedokteran gigi.
Cloud memungkinkan PDGI untuk mengumpulkan dan mendistribusikan informasi secara efisien kepada dokter gigi di seluruh Indonesia, termasuk mereka yang bekerja di daerah terpencil. Dalam platform ini, dokter gigi tidak hanya bisa mengakses ilmu medis terkini, tetapi juga mempelajari cara-cara lokal yang mungkin berguna dalam memberikan perawatan yang lebih tepat dan sensitif terhadap kebutuhan budaya pasien. Program pelatihan dan seminar yang diadakan oleh PDGI dapat diikuti secara daring, memungkinkan setiap dokter gigi untuk memperkaya pengetahuan mereka dalam berbagai bidang, baik medis maupun non-medis.
Lebih jauh, penggabungan ilmu medis dan kearifan lokal di platform cloud ini juga memberikan ruang untuk diskusi antara dokter gigi dari berbagai daerah. Kolaborasi ini membuka kesempatan untuk berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka mengintegrasikan prinsip-prinsip kedokteran gigi dengan budaya setempat, serta mempelajari pendekatan yang lebih berbasis komunitas. Dengan cara ini, PDGI tidak hanya membekali anggotanya dengan ilmu, tetapi juga dengan wawasan tentang cara merawat pasien secara lebih manusiawi dan kontekstual.
Dalam menghadapi tantangan globalisasi, di mana standar medis internasional sering kali berhadapan dengan nilai-nilai lokal, PDGI memilih untuk mengutamakan pendekatan yang seimbang. Upaya menyatukan ilmu medis dan kearifan lokal ke dalam platform berbasis cloud ini adalah langkah maju dalam menciptakan kedokteran gigi yang lebih inklusif, memahami konteks budaya masyarakat, dan tetap menjaga kualitas profesi.